Pemkab Kudus Perketat Pengawasan SPPG Pasca Kasus Keracunan MBG
![]() |
| Bupati Kudus Sam'ani Intakoris (Foto:Kominfo) |
Kudus Info – Kudus
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengambil langkah tegas pasca insiden keracunan akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SMAN 2 Kudus beberapa waktu lalu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program MBG tetap memberikan manfaat, sekaligus mencegah kasus serupa terulang.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyatakan pihaknya telah menugaskan petugas puskesmas untuk melakukan pemantauan langsung ke setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Fokus utama pengawasan mencakup Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan proses pengolahan serta penyajian menu MBG.
“Kita ingin memastikan program ini tidak hanya bermanfaat, tapi juga aman bagi siswa. Puskesmas sudah turun untuk memeriksa SPPG, supaya kejadian kemarin tidak terulang,” tegas Bupati, Kamis (12/2/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kudus, dr. Abdul Hakam, menambahkan bahwa pengawasan dilakukan menyeluruh mulai dari bahan baku, proses masak, hingga distribusi makanan. Setiap SPPG juga diwajibkan menyimpan 2–3 porsi sampel menu MBG setiap hari di lemari pendingin selama tiga hari. Langkah ini sebagai antisipasi bila terjadi gangguan kesehatan, sehingga memudahkan investigasi.
Hasil uji laboratorium terhadap sampel menu MBG SMAN 2 Kudus menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) pada kuah soto dan sambal, yang diduga menjadi penyebab gangguan pencernaan siswa.
Dengan pengawasan yang diperketat ini, Pemkab Kudus berharap seluruh program MBG ke depan bisa berjalan aman, higienis, dan bermanfaat maksimal bagi para siswa.
Sumber Brita : https://jurnalpantura.id/

Komentar
Posting Komentar