Pasca Dandangan Kudus, Sewa Lapak Rp3.250.000 Tapi Kebersihan Amburadul

Foto: Kondisi pasca Dandangan yang memperlihatkan sisa material lapak masih berada di badan jalan./admin

 

Kudus, 20 Februari 2026 Pukul 02.00 WIB – Acara Dandangan tahunan yang menjadi ajang perputaran ekonomi masyarakat akhirnya selesai. Namun kondisi di sejumlah ruas jalan setelah acara justru menuai sorotan.

Pantauan di lokasi menunjukkan sisa-sisa lapak berupa kayu dan papan masih berserakan di badan jalan. Jalan tampak kotor dan belum sepenuhnya dibersihkan setelah acara berakhir.

Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun, para pedagang dikenakan biaya sewa lapak hingga Rp3.250.000 per titik. Nominal yang tidak kecil, terutama bagi pedagang kecil yang berharap mendapatkan keuntungan dari momen tahunan tersebut.

Publik Pertanyakan Kebersihan dan Pengelolaan

Dengan biaya jutaan rupiah per lapak, masyarakat tentu berharap adanya pengelolaan yang lebih tertib dan profesional, termasuk dalam hal:

Penataan lapak yang rapi

Pengawasan selama acara berlangsung

Pembersihan lokasi yang cepat setelah acara selesai

Kejelasan penggunaan dana sewa

Jika pedagang sudah membayar mahal, maka kebersihan dan penataan pasca acara juga seharusnya maksimal.

Harus Ada Evaluasi

Dandangan bukan sekadar tradisi, tetapi juga kegiatan ekonomi yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, perlu ada evaluasi agar ke depan pelaksanaannya lebih tertib dan tidak meninggalkan kesan kumuh.

Kudus sebagai kota budaya tentu layak mendapatkan pengelolaan acara yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warga Antusias Menanti Program Makan Bergizi Gratis hingga Pelosok Desa

11 Bulan Jadi Gubernur, Lutfi Malah Bikin Rakyat Menjerit: Pajak Naik, Program Tertunda